Senin, 22 September 2014

Sandiwara Sunda Masiytoh Sedot 9 Ribu Penonton

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dedi Herdiana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pergelaran sandiwara Sunda yang mengambil judul Masitoh, sebuah cerita rakyat Mesir, berhasil menyedot sekitar sembilan ribu penonton. Jumlah penonton itu merupakan total dari setiap pementasan yang digelar selama empat hari, sejak Kamis (3/2) hingga Minggu (6/2) dengan tiga kali pertunjukan setiap harinya di Gedung Kesenian (GK) Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang, Bandung.

"Ini membuat kami bangga. Karena sandiwara bahasa Sunda yang coba kami angkat kembali bisa sampai kepada ribuan pelajar yang masih remaja. Maka kami berharap anak-anak muda bisa kenal lagi dengan sandiwara Sunda," kata E Samsudin, yang akrab disapa Wa Kabul, pimpinan Padepokan Ringkang Gumiwang, kepada Tribun di GK Rumentang Siang, Minggu (6/2) sore.

Pertunjukan itu, kata Wa Kabul, merupakan upayanya untuk membangkitkan kembali seni sandiwara Sunda yang selama tujuh tahun ini tak pernah ada pementasan. Upayanya itu sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2010 dengan pementasan pertamanya sandiwara berjudul Raja Lieur pada Oktober 2010.

"Untuk pementasan Masitoh itu saya siapkan naskahnya dari buku Masitoh karya Ajip Rosidi yang 98 halaman jadi naskah sandiwara sebanyak 21 halaman," katanya.

Pembuatan naskahnya, kata Wa Kabul, dikerjakannya sejak dua bulan lalu. Sekarang sudah mulai dipentaskan oleh 22 pemain dibantu oleh belasan kru dengan durasi 80 menit.

"Ini saya targetkan untuk dipentaskan terus-menerus, dua bulan sekali dengan setiap pementasan selama empat hari dalam tahun 2011 ini," kata Wa Kabul, yang rencananya 17 Februari ini sudah memastikan akan mementaskannya di Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar.
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar